Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terlalu Andalkan LBP, Hambat Jokowi Jadi King Maker Pada 2024

Terlalu Andalkan LBP, Hambat Jokowi Jadi King Maker Pada 2024

NegeriNews - Rumah mewah orang-orang kaya di Jakarta belakangan ini mulai dijual. Bahkan, penjualan rumah-rumah ini menjamur di kawasan elit Jakarta, mulai dari Pondok Indah sampai Menteng.

Fenomena ini pun diamini oleh Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DKI Jakarta Clement Francis.

Clement menilai memang saat ini banyak orang yang mau menjual rumah mewah. Bahkan, saat ini lebih banyak orang yang mau menjual rumah daripada membelinya.

"Saat ini banyak rumah memang mau dijual, jumlahnya ini sekarang banyak dibandingkan dengan yang mau beli," ungkap Clement kepada detikcom, Selasa (6/7/2021).

Dia enggan memukul rata apa pemicunya. Namun, memang di tengah pandemi banyak keperluan yang lebih penting yang mesti dipenuhi makanya rumah mewah pun akhirnya dijual.

"Di tengah kondisi begini memang lebih banyak yang mau jual daripada mau beli. Dari segi faktor kita nggak bisa judge, tetapi kondisi ini mungkin ada orang mau menyisikan uang untuk keperluan lain gitu," ungkap Clement.

Dia juga menduga bisa saja ada orang yang bisnisnya berkinerja buruk di tengah pandemi maka menjual rumah mewah untuk membantu bertahan.

"Kita nggak tahu apa yang terjadi dengan usahanya orang juga kan di tengah pandemi ini, mungkin dia lagi down, jual rumah," ungkapnya.

Pemerintah tengah mempersiapkan revisi aturan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22. Nantinya, rumah dengan harga jual atau pengalihan di atas Rp 2 miliar atau luas bangunan di atas 400 meter persegi akan dikenakan PPh pasal 22 sebesar 5%. Orang Kaya Ramai-ramai Obral Rumah Mewah, Udah Pada Bokek?

Penjualan rumah mewah yang menjamur juga diakui Head of Residential Services Colliers International Indonesia Lenny Sinaga, malah menurutnya rumah mewah itu sudah banyak dijual sejak 2019. Semakin ke sini penjualan rumah bertambah, rumah di 2019 belum terjual namun sudah ada rumah lain yang dijual. 

Maka dari itu penjualan rumah mewah terlihat menjamur.

"Mereka sebetulnya mau jual properti sejak sebelum pandemi, sejak 2019. Itu sudah banyak, belum laku, datang lah pandemi, makanya ini jadi kelihatan menjamur," ungkap Lenny dalam diskusi virtual, Rabu (7/7/2021).

Menurutnya, rumah mewah ini memang sering disewakan ke ekspatriat juga. Namun kini karena tak banyak lagi yang menyewa makin banyak lah rumah mewah dijual. "Karena disewa juga ekspat sudah pada pulang, jadi mereka berpikir untuk mencoba menjual rumah rumahnya," kata Lenny.

Dari pantauan detikcom, rumah mewah diobral dengan harga gila-gilaan. Di situs Lamudi misalnya, ada rumah di Pondok Indah dijual mulai dari harga Rp 15 miliar. Di dalamnya dijelaskan bahwa rumah ini properti langka karena harganya di bawah Rp 20 miliar di kawasan Pondok Indah.

Harga jual rumah ini ditulis Rp 18 miliar namun ditawarkan turun menjadi Rp 15 miliar, itu pun masih bisa dinego. Rumah ini disebut berada di kawasan super strategis Grade A Pondok Indah. Memiliki luas 291 meter persegi dengan tipe 7 kamar tidur.

"Turun Harga!!! Jual Cepat Smart Home Semi Furnished di kawasan elit Pondok Indah," bunyi judul tawaran rumah yang dilihat detikcom.

"Harga jual dari Rp 18 M jadi Rp 15 M, nego," tulis keterangan tawaran tersebut.

Bergeser ke kawasan Kelapa Gading, rumah-rumah gedong dijual lebih murah lagi. Masih di situs Lamudi ditemukan ada rumah dengan luas 223 meter persegi dengan 5 kamar tidur dan 4 kamar mandi ditawarkan mulai Rp 5 miliar. Itu pun harganya masih bisa dinego.

"Harga Rp 5 M (Negotiable). Pemilik BU, yang serius nego aja. Rumah rapi, kualitas bangunan bagus," tulis keterangan tawaran tersebut.

Di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pun rumah gedong juga diobral. Di situs rumah123.com, ditemukan rumah mewah dengan luas bangunan 544 meter persegi dijual mulai Rp 50 miliar. Rumah itu memiliki 8 kamar tidur dengan garasi yang muat dua mobil.

"For sale, jual BU, Menteng. Price Rp 50 M, nego," tulis tawaran rumah tersebut.

Posting Komentar untuk "Terlalu Andalkan LBP, Hambat Jokowi Jadi King Maker Pada 2024"