Headlines
Loading...
Viral Video Gubernur Maluku Marah dan Bentak Protokoler Istana

Viral Video Gubernur Maluku Marah dan Bentak Protokoler Istana

Viral Video Gubernur Maluku Marah dan Bentak Protokoler Istana

NegeriNews - Video Gubernur Maluku, Murad Ismail, marah dan membentak seorang perempuan beredar di media sosial.

Perempuan yang terlibat adu mulut dengan Murad itu disebut sebagai protokoler istana.

Dalam rekaman video yang dilihat, Jumat (7/5/2021), Murad tampak berbaju putih dan memakai kacamata. 

Dia kemudian tampak marah dan membentak dengan suara lantang kepada seorang perempuan.

"Kamu siapa?" bentak Murad kepada seorang wanita.

Perempuan yang berada di depan Murad itu pun menjawab. Dia mengaku dari Istana.

"Saya dari istana," kata perempuan itu.

Murad tampak marah. Dia lalu berjalan meninggalkan perempuan itu.

"...marah-marah.... ini pejabat daerah," kata Murad sambil berjalan. Suara di rekaman itu tidak terlalu jelas.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Maluku, Behnur Watubun, menyesalkan terkait beredarnya video tersebut. Video viral itu dinilai Benhur sebagai upaya untuk menjatuhkan Murad.

"Itu upaya pihak-pihak lain yang sengaja memanfaatkan situasi ini untuk menjatuhkan kredibilitas Pak Gubernur," kata Watubun seperti dilansir situs Pemprov Maluku.

Masih dari keterangan situs tersebut, seorang warga Maluku bernama Luky Rumbory meminta warganet bijak dalam menanggapi viralnya video Murad. Dia lantas bicara niat baik Murad membangun Maluku.

"Video yang beredar di media sosial itu jangan dibaca lurus, sebelum menulis komentar dan diposting ulang di medsos," ucap Luky.

"Orang yang berproses dengan beliau pasti tahu, siapa itu Pak Murad Ismail, saya percaya bahwa niatnya menjadi Gubernur Maluku bukan memperkaya dirinya dan keluarganya, tapi niat semata-mata mengangkat harkat dan martabat masyarakat Maluku," katanya.

masyarakat. Mobil gubernur di belakang, saat pak gubernur mau jalan menuju mobil presiden sempat dihalangi warga," ucapnya.

"Jadi ibu yang di video itu salah satu petugas protokol presiden, bukan ibu-ibu di sini, di situlah sempat terjadi perdebatan, jadi bukan dibentak-bentak, namun kebetulan terjadi kemacetan," tutur Sekda.(dtk)