Headlines
Loading...
Menohok Sekali Tanggapan Jonru Ginting: "KETIKA BABI JAMBAN PANIK"

Menohok Sekali Tanggapan Jonru Ginting: "KETIKA BABI JAMBAN PANIK"

Menohok Sekali Tanggapan Jonru Ginting: "KETIKA BABI JAMBAN PANIK"
NegeriNews - Oleh: Jonru Ginting

Dulu saat saya dikriminalisasi, para ceby membuat info hoax, "Jonru sudah dilupakan, dilepeh, tak ada yang membela dia." (Padahal faktanya.... silahkan lihat di bagian akhir tulisan ini).

Saat itu saya membalas tuduhan itu dengan ucapan, "Justru kalian yang nanti akan dilupakan, dilepeh, dibuang, tak ada yang membela. Itu akan terjadi jika kalian sudah tidak dibutuhkan."

Dan ucapan saya ini mulai terbukti pada Babi Jamban. Parpol, ormas, tokoh dst yang selama ini satu kolam dengannya, kini justru mendukung agar Babi Jamban masuk penjara.

Kok bisa?

Karena Babi Jamban itu cuma PION. Yang namanya pion, suatu saat akan dikorbankan jika sudah tidak dibutuhkan, atau jika mendukung dia hanya akan merugikan kepentingan majikannya.

Majikan yang memelihara Babi Jamban sepertinya sudah lepas tangan. Karena itulah, si Babi ini jadi panik, ketakutan, bahkan mungkin mulai mencret-mencret.

Dia mungkin baru sadar, bahwa selama ini ternyata dirinya cuma PION yang sewaktu-waktu bisa dibuang dan dikorbankan. Bahkan semua orang yang selama ini mendukungnya pun akan cuci tangan, pura-pura tidak kenal.

Seperti itulah AKHIR KISAH setiap PION di dunia ini.

Saya terus terang sering merasa mau muntah, ketika banyak orang menyamakan saya dengan BABI JAMBAN dan sebangsanya.

CUIH! GAK LEVEL BANGET! Najis Gue disamakan dengan KUTIL BABI!!!

Saya bukan pion. Saya bukan peliharaan siapapun. Saya ini independen, berjuang atas inisiatif sendiri, tergerak oleh panggilan hati nurani.

Dan ini terbukti. Dulu saat saya dikriminalisasi, alhamdulillah yang mendukung sangat banyak. Bahkan keluarga saya mendapat sumbangan lebih dari Rp 200 juta dari Sahabat Sekalian yang simpati pada perjuangan saya.

Bahkan, dukungan tersebut terus mengalir hingga hari ini. Bukan dalam bentuk sumbangan. Namun dukungan bisnis.

Ketika saya menjalankan bisnis, alhamdulillah hampir 100% orang yang bergabung lewat saya adalah mereka yang selama ini mendukung perjuangan saya.

Ada teman yang berkata, bahwa kesuksesan bisnis saya saat ini merupakan hasil dari perjuangan saya membela kebenaran di masa lalu.

Alhamdulillah. Saya harus bersyukur jika ini memang benar.

Jakarta, 31 Januari 2021