Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Munarman Bagikan Rekaman Sebelum Polisi Tembak Mati 6 Laskar FP1, Ini Isinya!

Munarman Bagikan Rekaman Sebelum Polisi Tembak Mati 6 Laskar FP1, Ini Isinya!

NegeriNews - Sekretaris Umum FPI Munarman membagikan rekaman voice note atau pesan suara salah satu dari enam laskar sebelum tewas akibat polisi tembak mati. Ia mengklaim hal itu menjadi bukti bahwa polisi melakukan penyerangan terhadap keenam orang itu.

Dilansir dari Suara.com, dalam rekaman pesan suara tersebut terdengar seseorang yang diduga sebagai laskar mengatakan bahwa kendaraan yang ia tumpangi sedang dikepung oleh tiga mobil. Ia juga menyebutkan plat nomor tiga mobil tersebut yakni PWQ (seri belakang), KJD (seri belakang) dan K (seri depan).

"Assalamu'alaikum abangda kita sedang mengarah ke Bandung. Sebab ini orang sudah gila nih tiga mobil PWQ, KJD, sama plat K, ini udah belajar gila nih dia udah mepet-mepetin kita. Tapi kita sudah berusaha masuk tol arah ke Bandung," demikian penggalan rekaman suara itu.

Adapun Munarman mengatakan, bahwa pesan suara tersebut benar adanya. Ia menyatakan, suara tersebut merupakan detik-detik sebelum enam laskar tewas ditembak.

"Itu suara anak-anak laskar pengawal IB HRS (Imam besar Habib Rizieq), saat detik-detik dikepung oleh tiga mobil, ditangkap, diculik lalu dibawa ke suatu tempat untuk dibantai," kata Munarman, Selasa (8/12/2020).

Munarman sangat yakin jika enam laskar yang tewas itu sengaja diculik lalu dibantai di tempat lain.

Kendati begitu, ketika ditanya pesan suara tersebut disampaikan atas nama korban yang mana, Munarman mengaku tak hafal suara satu per satu. Ia hanya mengklaim kalau pesan suara tersebut merupakan salah satu laskar yang ditembak.

"Saya tidak hafal suaranya yang itu dari salah satu yang enam (tewas ditembak mati)," tandasnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menegaskan, tidak merekayasa penyerangan yang diduga dilakukan laskar khusus pengawal Habib Rizieq Shihab terhadap anggota polisi di Jalan Tol Jakarta - Cikampek, Senin (7/12/2020) dini hari.

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak enam pengawal khusus Habib Rizieq tewas ditembak diduga karena menyerang polisi.

Polisi sendiri mengklaim mengantongi barang bukti berupa voice note atau rekmanan suara, yang berisi percakapan antara anggota laskar khusus saat peristiwa tersebut terjadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, berdasar bukti voice note itu diketahui bahwa rombongan laskar khusus Rizieq sejatinya telah mengetahui mereka tengah diikuti oleh kendaraan mobil polisi.

Kendati begitu, mereka dituding tetap melakukan upaya penyerangan dengan mencoba memepet kendaraan milik anggota polisi.

"Voice note itu, bagaimana ceritanya, sudah sangat diketahui oleh yang bersangkutan (laskar khusus), bahwa itu anggota kita dan kemudian tetap dilakukan upaya-upaya penyerangan oleh pihak mereka. Itu nyata dan tidak dikarang-karang, terlihat, terdengar di dalam voice note tersebut. Itu fakta-faktanya," kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020).

Berikut transkrip pembicaraan diduga pengawal Habib Rizieq sebelum penembakan terjadi:

"Siap siaga siap siap meluncur."

"Akses apa sudah meluncur posisi dimana?"

"Mobil putih POI depan kita, silver, silver, Mobilio silver."

"Mobilio silver plat belakang POI 1542 POl ini ada di depan kita."

"Bikin sayap kanan kiri."

"Ini sebelah kiri ane lagi pantau ya ini ane kedepan dikit."

"KJD mobil kedua."

"Chevrolet maju."

"Avanza hitam tubruk aja tadi plat nomer tadi."

"KJD juga ikutin tadi siang kan avanza item itu dia rolling malam ini KJD kita uber 3 itu 3 hari infonya."

"Udah kalau ketemu tutup aja."

"Udah maju ke depan duluan stand by aja dibelakang hati-hati mobil-mobil ngebut tadi ada yang mau masuk ke depan."

"Xpander abu-abu dari siang itu ikutin sekarang nih ada dibelakang nih."

"Waspada pantau aja dulu jangan ambil tindakan nanti bilamana ambil tindakan nunggu komando."

"Pada waspada."

"Mobil sedan siapa tuh?"

"Aman-aman."

"Pelan-pena jangan mepet."

"Total 3 mobil lebih yang udah kebaca POI, PQI, dua itu udah gambar di perumahan yang 1739 itu ngikut bang avanza item itu, ngikut kita KJD juga ikut yang tadi siang."

"Xpander abu-abu pantau terus."

"Siap, siap, lagi dilacak."

"Perintah dari pamdal, itu belakang mobil habib hanif itu provos anak-anaknya Bang Eko semua tenang di belakang entar ngekor."

"Pepet aja terus alangin jalur dia jangan sampai dia tahu."

"Pepet terus kalau bisa pelanin mobil, pept ikutin terus nanti menjauh."

"Depan ada truk tahan aja tuh kiri kanan mobil belakang gimana laju mobil yang untit kita."

"Bon minta nomor, fortuner item KJL B 28 KJL maju kebelakang MSQ."

"Intruksi pamdal dong ada mobil masuk hitam dua, mepetin Habib Hanif dia keluar mohon pamdal intruksi kalau ane sikat ane sikat pamdal."

"Gunting kalau ada yang mau masuk ke area depan."

"Fortuner KJL keluar dia berdua mobil hitam dua2nya mobil item dia keluar area keluar tol."

"Tutup jangan sampai masuk dia dipepet aja biar dia agak menjauh jangan kasih masuk pokoknya yang paling belakang intinya menghalangi laju dari pada kendaraan-kendaraan yang menguntit hindari jangan sampai mereka mendekat."

"Bon."

"Kita sampai KM pantau terus samping kanan mobil habib tutup jangan sampai masuk dulu."

"Di belakang mobil ente ada rombongan bukan?"

"Don dibelakang mobil ente rombongan kira kayaknya tuh don kesamping mobil habib."

"Oke cakep."

"Ente belakang MS aja jangan ikutin ane."

"Ane udh digetarin makannya ngikutin ane nih kalau target dua itu dari perumahan dia udh ngenalin ane chevrolet kita udh dibaca makanya dia dibelakang ane mulu yang tadinya 2 mobil item gangguan tadi tuh pengalihan."

"Gak tu aja bang odon."

"Monitor odon madun tolong masukin bang bejo dan egi biar komunikasi ane jadi 1 pintu biar gampang."

"Ok bon kalau gitu sudah jelas ente gimana caranya halangi laju dia supaya jauh dari kita biarin ente lambat begitu masuk halangin."

"Di belakang mobil madun rombongan mungkin mau nyalip ya di belakang mobil madun."

"Plat H."

"Bang odon masukin 2 nomor biar 1 pintu biar gak kegegog."

Bagaimanapun caranya kendaraan belakaang menghambat laju kendaraan yang menguntit. Bila alamatnya kita terpisah kita langsung kirim yang penting kalian jangan sampai yang menguntit dekat dengan rombongan utama, halangi terus pepet jangan sampai halangi kita."

"Dari monitor jangan ikut barisan di rombongan bikin sistem mecah aja daf kalau misalnya ada masuk rombongan pepet pokoknya jangan masuk rombongan."

"Masukin tuh admin."

"Ini ane paling belakang bang beni mobil ane paling belakang rombongan rada lumayan jauh tapi masih kepantau depan ane mobil Bang Aang."

"masukan-masukan."

"Monitor Bang Egi berkabar lewat group aja ya voice aja."

"Siap, siap, komandan."

"Singkirin di belakang ane."

"D 1XX7 KSP depan ane nih."

"Siap-siap di depan ane itu innova putih pepet."

"Mobil Kak Haidah ada dibelakang ya."

"Ane dibelakang mobil Kak Haidah dia paling belakang banget paham maksudnya buat pengalihan juga."

"Tapi di dalamnya sepi bang."

"Ini saya B 1234 rc."

"Tolong disampaikan pangda itu mobil rombongan Bang Eko ke tol kurang memadai tolong dikondisiin."

"Ente bantuannya kan dibelakang."

"Tinggal aja yang penting ogut yang back-up sekarang bisa selamat aman."

"Masalahnya kita nunggu e toll bagaiamana objek yg kita kawal ini bahaya tinggal aja dulu."

Posting Komentar untuk "Munarman Bagikan Rekaman Sebelum Polisi Tembak Mati 6 Laskar FP1, Ini Isinya!"