Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akhirnya Tanggapi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Jokowi Salahkan Hoaks di Medsos

Akhirnya Tanggapi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Jokowi Salahkan Hoaks di Medsos

NegeriNews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menanggapi beragam aksi penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dari berbagai daerah di Indonesia.

Ya, semenjak disahkan oleh DPR RI pada Senin 5 Oktober 2020 lalu, UU Cipta Kerja memicu banyak aksi penolakan.

Puncaknya Kamis kemarin, saat mahasiswa dan buruh bersama-sama menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja di berbagai kota dan kabupaten.

Menjawab demonstrasi itu, Presiden Jokowi menyalahkan disinformasi dan hoaks tentang UU Cipta Kerja yang bertebaran di media sosial.

"Saya melihat ada unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja yang pada dasarnya dilatarbelakangi disinformasi dan hoaks di media sosial," kata Jokowi di Istana Bogor, Jumat 9 Oktober 2020.

Jokowi menyoroti beberapa hoaks yang tengah ramai dibicarakan saat ini.

"Saya ambil contoh, ada informasi yang menyebut penghapusan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) hal ini tidak benar. Karena faktanya, Upah Minimum Regional (UMR) tetap ada," jelasnya.

Selain itu, Jokowi turut menyoroti isu-isu lainnya. Mulai dari isu upah per jam, cuti dihapus dan tak dikompensasikan, penghapusan jaminan sosial, hingga aturan aturan analisis dampak lingkungan (Amdal).

Dengan tegas, Jokowi membantah semua isu yang disebutkan tersebut.

"Dan yang sering diberitakan tidak benar adalah Amdal. Itu juga tidak benar. Amdal tetap ada. Bagi industri besar, Amdal tetap ada. Tapi untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), lebih ke pendampingan dan pengawasan," tambahnya.***

Posting Komentar untuk "Akhirnya Tanggapi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Jokowi Salahkan Hoaks di Medsos"