Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ternyata Di Zaman Rasululloh Alloh Pernah Hentikan Waktu Dan Menahan Matahari Agar Terlambat Terbit, Inilah Kisahnya

Ternyata Di Zaman Rasululloh Alloh Pernah Hentikan Waktu Dan Menahan Matahari Agar Terlambat Terbit, Inilah Kisahnya
NegeriNews - Alloh Maha berkehendak. Ia mampu melakukan apapun sesuai kehendaknya. Bukan hanya bisa menciptakan mahluk, mengatur alam semesta, mematikan dan menghidupkan bahkan dengan KuasaNya  ia mampu menghentikan waktu. Kisah alam mendadak seolah berhenti dan matahari seperti enggan untuk terbit, pernah terjadi di zaman Rosulullah SAW semasa beliau masih hidup ditengah generasi para sahabat.

Kisah tersebut terjadi disuatu waktu saat Rosulullah shalat berjamaah subuh bersama para sahabatnya.  Pada saat itu Alloh memerintahkan malaikat mikail (Tentara Allah SWT ini betugas menurunkan hujan dan membagikan rezeki kepada makhluk di muka bumi) agar menahan matahari dengan sayapnya. Hal ini membuat waktu subuh menjadi lebih lama dibanding biasanya. Bukan hanya itu, Alloh pun memerintahkan malaikat jibril agar menahan punggung sang Nabi supaya tidak bisa bangkit. Hal ini tentu membuat Nabi bingung dan makmumnya merasa menjadi bertanya-tanya. Ada apa?

Tanpa diketahui, Ternyata ada peristiwa yang menjadi penyebab waktu seolah terhenti.  Dan itu berhubungan dengan peristiwa yang dialami oleh Ali bin Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin keempat ini memang menjadi manusia yang beruntung karena Allah SWT begitu perhatian padanya. Salahsatunya adalah dengan memerintahkan dua malaikat-Nya agar menahan waktu  demi dirinya.

Setelah Jibril pergi barulah beliau bisa i’tidal dan meneruskan shalat hingga selesai. Setelah shalat, seorang sahabat kemudian bertanya kepada sang Baginda.

“Apa yang terjadi ya Rasulullah, sehingga engkau memperlama rukuk tidak seperti biasanya?”

“Ketika aku rukuk tadi, dan membaca subhana rabbiyal adzim, lalu hendak mengangkat kepalaku, tiba-tiba Jibril datang dan merentangkan sayapnya dipunggungku hingga lama sekali. Sampai sayap itu diangkat, barulah aku bisa mengangkat badan,”

“Mengapa begitu?” tanya sahabat yang lain

“Aku tidak tahu dan tidak bisa menanyakan kepada Jibril” jawab Nabi.

Kemudian datanglah Jibril lalu ia menceritakan apa yang terjadi kepada Nabi. “Wahai Muhammad, Ali tergesa-gesa untuk ikut berjamaah, tetapi di depannya ada seorang lelaki tua nashrani yang berjalan sangat pelan. Ali tidak mau mendahuluinya karena sangat memuliakan lelaki tua itu. Karena itulah, Allah memerintahkan aku untuk menahanmu dalam ruku, agar Ali dapat ikut jamaah!”

Penjelasan Malaikat Jibril ini membuat Nabi terkagum. Namun Jibril meneruskan dan membuat Nabi lebih kagum lagi. “Yang lebih mengagumkan lagi, Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga waktu subuh tidak habis karena menunggu Ali hadir!

”beberapa saat kemudian sang Baginda Nabi saw memanggil Ali lalu bertanya. “apakah tadi dijalan Engkau bertemu dengan seorang laki-laki tua”? “Benar, ya Rasulullah, lelaki tua itu sangat pelan jalannya sedangkan aku tidak suka untuk mendahuluinya, karena aku memuliakannya. Namun, ternyata ia tidak datang untuk shalat, bersyukur  Engkau masih dalam keadaan rukuk’ sehingga aku tidak tertinggal shalat jamaah bersamamu!”.

Jawaban Ali tersebut membuat Nabi tersenyum dan kemudian berkata “Inilah derajat orang yang memuliakan seorang lanjut usia, walaupun ia bukan seorang muslim!”