Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Orang Yang Tidak Dikunjungi Malaikat Munkar dan Nakir didalam Kubur

Islamadia - Setiap yang bernyawa pasti merasakan mati. Kapan waktunya, hanya Allah yang mengetahuinya. Kematian merupakan keniscayaan, namun terkadang seseorang lupa jika waktu kematian selalu mengikuti kemanapun ia pergi. 

Ketika seseorang mati, ia mungkin terbebas dari hal yang bersifat duniawi, namun ia masih harus menghadapi beberapa peristiwa. Dan Salahsatu peristiwa yang pasti dilalui oleh semua orang islam setelah kematiannya adalah kunjungan dari dua malaikat yang bertugas bertanya didalam kubur. Yakni malaikat Munkar dan Nakir. Apabila dalam hal tanya jawab ini kita berhasil maka tidak akan disiksa di alam kubur. Sebaliknya, jika gagal maka si mayit akan disiksa hingga tiba hari kiamat kelak. 

Namun ternyata, tidak semua orang akan mendapatkan kunjungan dari malaikat Munkar dan Nakir tersebut. Ada beberapa golongan yang terbebas dari pertanyaan yang akan dilontarkan oleh dua malaikat ini. Lantas, siapa sajakah orang yang beruntung tersebut? Berikut penjelasaannya. 

Agar bisa menjawab pertanyaan malaikat munkar dan nakir ini, setiap mukmin harus mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal soleh saat mereka hidup di dunia. Inilah salahsatu cara agar terbebas dari sulitnya menjawab segala pertanyaan yang akan dilontarkan oleh dua makhluk Allah tersebut.

Demikian disebutkan Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam karyanya Busyrol Karim. Artinya, pertanyaan malaikat di kubur, berlaku bagi setiap mukallaf kecuali orang yang dibebaskan. Mereka yang dibebaskan misalnya para nabi, syuhada, siddiq, penjaga di perbatasan daerah musuh, orang yang melazimkan bacaan surat “Tabarok” atau “Haa Miiim As-Sajdah” setiap malam, mereka yang mati diserang penyakit sampar, atau mereka yang wafat hari Jum’at. Demikian berlaku bagi orang mati syahid. Demikian disebutkan Al-Qurthubi.

Ternyata di antara orang-orang yang dilewatkan dari kunjungan dan pertanyaan dari malaikat Munkar-Nakir adalah para nabi. Nabi merupakan sosok manusia pilihan Allah SWT yang diberi wahyu namun tidak diwajibkan untuk disampaikan kepada umat. 

Sedangkan syuhada adalah orang-orang yang meninggal di medan perang atau ketika berjuang di jalan Allah demi membela agama Islam dan mempertahankan haknya dengan penuh kesabaran. Selain itu, pengertian syuhada juga diartikan sebagai orang yang telah mempersaksikan (dengan sebenar-sebenarnya).

“Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, mereka itu orang-orang Shiddiqiin dan ‘syuhada inda Rabbihim’ (menjadi saksi di sisi rabb mereka), bagi mereka pahala dan cahaya mereka...” (Q.S. Al-Hadiid: 19)

Hal yang pasti dari golongan orang-orang yang tidak mendapat kunjungan dari malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur ini kelak adalah mereka yang senantiasa beriman kepada Allah SWT. Selain itu, mereka juga selalu mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Orang-orang yang di dalam kuburnya tidak ditanya oleh malaikat Munkar-Nakir berarti orang tersebut akan terbebas dari siksa kuburnya hingga hari kiamat kelak. Namun lain halnya dengan mereka yang ditanyai oleh keduanya dan gagal untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka orang-orang ini akan merasa siksaan yang pedih di dalam kubur. 

Oleh karena itu, beramal soleh lah ketika masih diberi kesempatan hidup di dunia. Jika kita merasa telah banyak berbuat dosa, bertaubatlah dengan sungguh-sungguh. Amalan kebaikan bisa dilakukan dengan menolong fakir miskin, membantu sesama, mengerjakan amalan sunnah, bersedekah, dan kegiatan bermanfaat lainnya yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Semoga kita termasuk dalam golongan yang tidak didatangi oleh malaikat Munkar dan Nakir. Jika tidak termasuk golongan di atas, maka berdoalah agar kita mampu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.